• Sebelum berdirinya Desa Tamanagung pada tahun 1932 ada 5 Desa yaitu Desa Tejowarno, Desa Prumpung, Desa Ngrancah, Desa Ngadiretno dan Desa Jumbleng yang saat itu pusat pemerintahan berada di Desa Tejowarno yang dipimpin   oleh beberapa tokoh antara lain Bapak Kimpul atau Wongsodihardjo, Bapak Kromo Yut, Bapak Darsono dan lain – lain.
  • Pada Tahun 1932 Desa Tejowarno merupakan tempat persinggahan Raja Jogjakarta Hadiningrat yaitu Sri Sultan Hamengkubuwono VIII, atas saran dan petunjuk beliau Desa – Desa yang ada supaya dijadikan satu. Karena wilayahnya  luas sehingga diberi nama Tamanagung yang berarti Taman adalah papan atau tempat sedangkan Agung berarti besar atau luas. Sehingga pada tanggal 16 Juli 1932 resmi penggabungan beberapa Desa menjadi satu  Desa yaitu Tamanagung dengan lurahnya Bapak Kimpul atau Bapak R. Wongso Dihardjo.
  • Desa Tamanagung setelah berdiri mempunyai beberapa Dukuh yaitu Bakalan, Tegalarum, Ponalan, Jumbleng, Ngentak, Ketaron, Bludru, Kuwiran, Ngrancah, Nglawisan, Tejowarno, Prumpung ( Sidoharjo ), Ngadiretno, Ponggol, Ngepringan dan Dukuh.
  • Adapun sejak berdirinya Desa Tamanagung pernah dipimpin oleh Lurah / Kepala Desa sebagai berikut :
  1. Karto Wihardjo                                                    -      1932
  2. R. Wongso Dihardjo ( Kimpul )                      1932 – 1967
  3. H. Moehadi AM                                              1967 – 1988
  4. R. Mahfud Yusuf                                           1988 – 1998
  5. Hj. Siti Aminah                                               1999 – 2007
  6. Joko Wiyarno Budi Legoyo. SE                    2008 – 2013
  7. H. Asrori Widarto, SKM, M.Kes                     2014 - 2020