Jumát, 30/12/16 ( Tamanagung Muntilan )

Sebanyak 40 peserta dari Desa Tamanagung yang terdiri dari para perangkat desa, perwakilan lembaga-lembaga desa, pelaku desa wisata, BPD,  serta unsur tokoh masyarakat Desa Tamanagung pada kamis, 29/12/16 melaksanakan study banding ke Desa Dlingo, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul.

Study banding sendiri mengagendakan perubahan pola pikir dan cara serta trik untuk membangun desa supaya lebih maju serta dicintai oleh warga masyarakatnya selain tentunya semangat untuk membuat pembangunan ekonomi semakin meningkat dengan program desa wisata.

Menurut Bahrun Wardoyo Kepala Desa Dlingo " Desa harus mampu menciptakan potensi-potensi yang menjadi sumber penghasilan dan bukan hanya memanfaatkan potensi-potensi yang sudah ada, ada filosofi yang sampai sekarang masih menjadi pegangan kepala desa tersebut yaitu sebuah cerita tentang seorang kyai dan dua santrinya, kala itu sang kyai memberikan tugas kepada kedua santri tersebut untuk mencari mrutu ( serangga terbang yang super kecil dan biasanya kita temui di bak-bak sampah ) sehingga pergilah santri yang pertama menuju tempat-tempat sampah dan mulai menangkap makhuk tersebut, berbeda dengan santri yang ke dua yang lebih memilih untuk membeli tape ( peuyem ) di pasar seharga Rp. 1000,- dan kemudian tinggal meletakkan di meja dan tinggal menunggu selama 1 jam sambil duduk - duduk membaca maka mrutu akan datang sendiri dan saat itu barulah dia akan mengkapnya".

Dari cerita yang mengandung filsafat diatas bahwa sebenarnya yang dibutuhkan untuk memajukkan ekonomi sebuah desa adalah pola pikir dan sedikit modal maka "Mrutu "akan datang sendiri yang selanjutnya bagaimana kita bisa me-manage menjadi sebuah potensi yang luar biasa.

Selain sukses membuat gebrakan dengan program-program unggulan seperti free wifi agar masyarakat semakin merasa memiliki dan cinta kepada kantor desanya, radio komunitas, perpustakaan, pertanian, wisata , Desa Dlingo sendiri juga sedang merintis dan menjalankan sebuah gebrakan baru BUMDes berupa membangun sebuah warung serba ada yang diberi nama Desa Mart yang menyediakan berbagai keperluan rumah tangga serta produk-produk lokal.

Dari segi kepuasan masyarakat terhadap pelayanan publik yang dilakukan oleh Pemerintah Desa Dlingo rata-rata mereka memberikan aplaus yang luar biasa karena Pemerintah Desa Dlingo menjadikan Sistem Informasi Desa ( SID ) sebagai aplikasi yang multifungsi dan secara cepat dan tepat untuk melayani kebutuhan-kebutuhan masyarakatnya.

Kepala Desa Tamanagung Bp. Asrori Widarto , SKM, M.Kes selaku pemimpin rombongan dalam closing statmentnya mengatakan bahwa mereka sangat  berterima kasih sekali kepada Pemerintah Desa Dlingo terutama kepada Bp. Bahrun Wardoyo selaku lurah yang telah menginspirasi pada study banding ini dan semoga Desa Tamanagung dapat meniru jejak langkah yang telah ditorehkan oleh Desa Dlingo. ( R 34 )